"" ""

Kekuatan Timnas Sepak Bola Ekuador di Internasional

Sepak bola Ekuador
Sepak bola Ekuador

Ekuador lolos kualifikasi untuk pertama kalinya di Piala Dunia di tahun 2022 silam. Sepak bola Ekuador berhasil mempertahankan posisinya di episode Piala Dunia selanjutnya. 

Keikutsertaannya hanya absen di tahun 2010 dan 2018. Ini menjadi fakta baru bahwa Ekuador sangat familiar di turnamen sepak bola yang telah mewarnai Piala Dunia. 

Tim nasional sepak bola Ekuador mempunyai tiga warna untuk seragam pemainnya. Sebenarnya fungsi sepak bola ini bukanlah tim nasional superior yang masuk dalam pelajaran negara di zona CONMEBOL.

Timnas sepak bola Ekuador merupakan perwakilan tim Ekuador untuk menuju kejuaraan sepak bola internasional. Hasil terbaik dari Timnas ini terlihat pada ajang Piala Dunia di babak kedua 2006. 

Sebelumnya, Ekuador telah menduduki peringkat ke-44 FIFA per Oktober 2022. Meski catatan tersebut masih kalah dari beberapa negara lain, namun ekuador berhasil lolos masuk ke piala dunia 2022. 

Bahkan, Ekuador bisa berada di peringkat 4 lebih unggul dibandingkan Cile dan Kolombia. Di sepanjang babak kualifikasi, Ekuador dapat menahan imbang berhasil dan Argentina. 

Kekuatan Tim di Situasi Transisi 

Ilustrasi di lapangan saat bertanding
Ilustrasi di lapangan saat bertanding

Sepak bola Ekuador memiliki kekuatan utama dalam timnya di saat situasi transisi. Tim sepak bola ini memiliki pelatih dengan tugas berat dalam memimpin La Tricolor yaitu Gustavo.

Gustavo merupakan pelatih yang lebih mengandalkan serangan balik dan mengutamakan pada sisi pertahanan. Hal ini sudah dibuktikan dari timnya yang tidak mengalami kebobolan di 5 pertandingan pascakualifikasi. 

Timnas Ekuador sangat jeli dalam menilai kekuatan pemain lawan. Sehingga bisa mengambil keputusan dalam mempertahankan kekuatan saat berada di lapangan. 

Selain itu, Ekuador juga dilengkapi dengan para pemain unggulan yang memiliki kecepatan sangat baik. Kekuatan pemain Ekuador juga terletak pada kemampuan taktik serangannya yang bagus.

Meski sepak bola Ekuador sudah mempunyai unit pertahanan yang cukup kuat. Namun, internalnya masih memiliki masalah dari segi produktivitas. 

Ekuador hanya mampu mencetak dua gol di 5 pertandingan pasca babak kualifikasi. Ujung tombak yang berada di tangan Enner Valencia sangat diharapkan bisa menemukan insting dan sentuhannya kembali. 

Baca selengkapnya  Alat Peretasan Jalalive: Keamanan Data Pengguna Terjamin!

Tantangan paling berat yang dialami oleh Ekuador yakni di laga pembukaan dengan melawan Qatar. Pertandingan ini berlangsung saat seluruh dunia memiliki antusias besar dalam menyaksikan penampilan 2 tim sepak bola tersebut. 

Player to Watch: Moises Caicedo di Sepak Bola Ekuador

Pemain Moises Caicedo
Pemain Moises Caicedo

Gustavo Alfaro sebagai pelatih menggandeng beberapa pemain untuk ajang kompetisi di benua Eropa. Enner Valencia menjadi pemain Ekuador terkenal yang mengemban status sebagai pencetak gol paling banyak, namun sayangnya usia sudah berkepala tiga. 

Sehingga tim nasional Ekuador tidak melulu mengandalkan kekuatan dari Valencia saat berada di lapangan. Perhatian lainnya ditujukan pada gelandang muda sebelumnya bermain di Brighton and Hove Albion, Moises Caicedo.

Moises Caicedo berusia 20 tahun sebagai pemain andalan di Brighton semenjak Graham Potter bertugas menjadi pelatih. Gelandang muda ini mempunyai keunggulan dari segi fisik dan kemampuannya untuk progresi bola ke depan. 

Dalam pertandingan Liga Inggris, Moises Caicedo sebagai gelandang Brighton yang sangat rajin dalam memberikan umpan ke lawan. Nama gelandang muda ini memang sudah tidak asing di dunia sepak bola. 

Pemain Ekuador 

Tim sepak bola Ekuador
Tim sepak bola Ekuador

Susunan pemain utama Ekuador memiliki line up dengan skuad lengkap yang mengimbangi pertandingan di lapangan. Melalui pelatih andalannya, untuk membuat Ekuador terus berkembang dengan mengedepankan kekuatan pertahanan agar tidak kebobolan. 

Adapun untuk kiper di Ekuador diantaranya Moises Ramirez (Independiente del Valle), Hernan Galindez (Aucas), Alexander Dominguez (LDU Quito).

Sepak bola Ekuador juga memiliki pemain bek seperti Angelo Preciado (Genk), Piero Hincapie (Bayer Leverkusen), Xavier Arreaga (Seattle Sounders), Pervis Estupinan (Brighton), Diego Palacios (Los Angeles), Robert Arboleda (Sao Paulo FC), Felix Torres (Santos Laguna), William Pacho (Antwerp). J Porozo (Troyes)

Selain itu, gelandang sepak bola Ekuador diantaranya Jhegson Mendez (Los Angeles FC), Carlos Gruezo (Augsburg). Angel Mena (Leon), Gonzalo Plata (Real Valladolid), Alan Franco (Talleres), Romario Ibarra (Pachuca), Moises Caicedo (Brighton), Jose Cifuentes (Los Angeles), Ayrton Preciado (Santon Laguna), Jeremy Sarmiento (Brighton)

Di bagian penyerang juga terdapat beberapa pemain antara lain Michael Estrada (Cruz Azul), Djorkaeff Reasco (Newell`s Old Boys), Enner Valencia (Fenerbahce), Kevin Rodriguez (Imbabura SC)

Pemain Ekuador yang Pernah Main di EPL 

Sepak bola Ekuador memang bukanlah klub sebesar Argentina, Brazil dan Kolombia. Tetapi, klub sepak bola ini mampu melahirkan bakat pemain unggulan. 

Beberapa pemain dari Ekuador bisa menembus liga-liga top di Eropa hingga di EPL. Inilah 5 pemain dari Ekuador yang sempat bermain di klub Premier League.

Baca selengkapnya  Uconn Vs Purdue: Kompetisi Seru di NCAA 2024!

1. Moises Caicedo Sebagai Pemain Termahal di Premier League

Sepak bola Ekuador memiliki pemain termahal di Premier League yaitu Moises Caicedo. Ia lahir dan besar di Santa Domingo.

Dulu saat remaja Moises Caicedo, harus pinjam sepatu supaya bisa ikut bermain sepak bola. Ia mengalami perjalanan kehidupan di kampung cukup sulit. 

Bahkan, harus menghadapi hidup miskin di usianya yang masih muda. Hingga adanya godaan dalam melakukan kejahatan di kota tempatnya tinggal. 

Kemudian, mengawali karir dan bergabung di Independiente del Valle. Dengan kemampuannya yang sangat impresif di Copa Libertadores, Brighton and Hove Albion kemudian merekrut Caicedo dengan tawaran 4,5 juta poundsterling di tahun 2021 lalu. 

Saat ini, Caicedo mampu menaikkan potensi dan kelasnya sebagai pemain termahal di Premier League. Padahal sebelumnya, dibeli oleh Chelsea seharga 115 juta poundsterling. 

2. Antonio Valencia Mendapat Gelar Juara Bersama MU

Pemain Tim Nasional sepak bola Ekuador ini merupakan pemain legendaris dan sebelumnya menjadi kapten MU. Akhirnya memutuskan resmi pensiun dari sepak bola pada 2021.

Valencia jadi legenda sepak bola Ekuador yang dulunya datang dari Wigan Athletic tahun 2009. Saat berada di MU, ia dapat posisi menjadi bek kanan yang tidak pernah tergantikan.

3. Pervis Estupinan Sebagai Bek Sayap Tangguh di Premier League 

Pervis Estupinan mengawali karirnya di klub ibukota Ekuador, LDU Quito. Ia juga mengawali karirnya di Eropa sesudah dibeli oleh klub Italia, Udinese Calcio tahun 2016. 

Setelah itu, Estupinan menjalankan berbagai peminjaman di banyak klub seperti Almeria, Granada, Watford hingga Osasuna. Selanjutnya, Estupinan dibeli oleh Villarreal CF dengan harga 15 juta poundsterling. 

Saat ini, ia sudah memiliki posisi sebagai bek kiri Brighton yang tidak pernah tergantikan. Bahkan, jika menjadi bek sayap terbaik di Premier League.

4. Agustin Delgado Sebagai Pemain Ekuador Pertama di EPL 

Sepak bola Ekuador juga memiliki Agustin Delgado yang menjadi pemain pertama kali di Premier League. Delgado telah bermain untuk Southampton tahun 2001 sampai 2004 dan penampilannya hanya sekali di Premier League. 

Saat menjalankan karir di Southampton justru sering menimbulkan masalah karena tidak mau belajar bahasa Inggris. Pemain dari Ekuador ini telah membawa timnya pertama kali naik ke Piala Dunia 2002 Korea Selatan.

Dirinya juga berperan sebagai pencetak gol pertama untuk Ekuador pada Piala Dunia dengan Meksiko. Sejarah Agustin Delgado untuk Ekuador cukup besar dalam meningkatkan pamor. 

Baca selengkapnya  Tango Melawan Ticos, Duel Internasional Argentina vs Kosta Rika

5. Enner Valencia Sebagai Top Skor Timnas Ekuador Sepanjang Masa 

Federasi sepak bola Ekuador memiliki peranan yang cukup penting dalam mengendalikan sepak bola di Ekuador. Seperti dengan mengandalkan pemain skor di Ekuador yaitu Enner Valencia.

Enner Valencia memiliki julukan Mr Dependable karena memiliki ketajaman dalam Timnas Ekuador. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Ekuador dengan total skor 40 gol.

Ia tempat berkarir 4 tahun mulai dari 2014-2018 dengan West Ham United dan Everton. Saat ini, Enner Valencia hanya bermain pada SC Internacional pada Liga Brazil dan sepak bola Brazil.

Fakta Menarik Ekuador di Piala Dunia U-17 2023 

Federasi sepak bola di Ekuador menjadi badan pengendali sepak bola di Ekuador yang memiliki peranan sangat penting untuk meningkatkan potensi pemain. Tim sepak bola di Ekuador sudah masuk kategori grup A, namun mereka tidak meremehkan calon lawannya di lapangan.

1. Merasa Gugup Di Kandang Lawan 

Sepak bola Ekuador telah menjalankan laga perdana dengan melawan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17. Ternyata, kelas Ekuador juga merasa gugup ketika akan bermain laga di tuan rumah. 

Terlebih dengan melihat hasil pada pertandingan pertama yang membuat para pemain Ekuador merasa lebih gugup. Sehingga dengan kekompakan para pemain berusaha untuk mempersiapkan mental agar bisa tampil maksimal di pertandingan. 

Pemain Ekuador merasa gugup karena melihat adanya banyak penonton untuk tim Indonesia yang menyaksikan pertandingan. Namun, dengan lebih percaya diri ternyata bisa mengantarkan tim Ekuador untuk lebih percaya diri saat berada di lapangan. 

2. Tidak Terbuai Disebut Sebagai Tim Unggulan

Sepak bola Ekuador telah masuk sebagai tim unggulan dalam grup A di Piala Dunia U-17. Tetapi, Reyes menjelaskan bahwa timnya ini tidak terbuahi meski sudah mendapatkan title sebagai tim unggulan. 

Baginya, semua tim pada Grup A mempunyai kekuatan yang tidak terprediksi dan perlu diwaspadai oleh tim sepak bola Ekuador. Bahkan, Ekuador juga perlu menganalisa pertandingan berikutnya supaya tetap bisa bekerja dengan baik. 

Ekuador juga telah mendapat gelar status runner up Copa America U17 2023. Sementara itu, juara Copa America U-17 2023 dipegang oleh Timnas Brazil dan peringkat 3 diduduki oleh Argentina. 

3. Beradaptasi dengan Cepat di Surabaya 

Para tim sepak bola Ekuador berupaya untuk adaptasi saat berada di Surabaya, termasuk Jairo Reyes. Pasalnya, dari segi makanan dan cuaca tentunya berbeda dari negara asalnya. 

Reyes juga menyampaikan adanya perbedaan kondisi cuaca di Surabaya dan negaranya karena memang berbeda dari iklim. Namun, tim sepak bola Ekuador tidak mengalami kendala yang cukup berat. 

Melalui latihan secara rutin juga dapat membantu untuk beradaptasi saat berada di Surabaya. Bahkan, para pemain juga mencoba kuliner yang baru dilihatnya di Surabaya, Indonesia.

Mental yang dimiliki oleh pemain Tim Ekuador memang tidak bisa diragukan lagi. Tidak hanya memiliki potensi yang bagus ketika berada di lapangan, namun gemblengan mental yang dimiliki oleh setiap pemain cukup baik untuk beradaptasi dimanapun mereka berada.

Itulah sekilas tentang tim sepak bola Ekuador yang memiliki pemain legendaris dan unggulan. Pemain bola Ekuador telah dibekali oleh kemampuan pertahanan yang sangat baik untuk bertanding dengan banyak lawan. OLAHRAGA JALALIVE

Trả lời

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *